Lama tak jumpa, tak kunjung bersua.
Begitulah ya kira-kira untuk menggambarkan keadaan kita sekarang-sekarang ini.
Udah berapa lama gak keluar rumah? Masih tahan kan ya?
Bagi kalian si aktivis yang lebih optimal kerja di luar, mungkin sangat melelahkan ya kerja dari rumah sambil menatap layar hp dan laptop.
Tapi bagi seorang introvert sepertiku, justru situasi kayakgini sangat dinikmati banget nih.
Mengerjakan segala pekerjaan dari rumah bisa lebih optimal dengan waktu yang lebih efisien.
Kok bisa ya?
Entahlah..
Bagiku, bertemu dengan banyak orang di luar sana justru terasa sangat melelahkan.
Sejak kecil aku terbiasa mendapatkan ucapan "wah ery pendiem ya, jarang ngomong." Lebih kasar dikit, "Ngomong geh, punya mulut kan?" "Kok diem? Bisu ya?"
Ya begitulah, orang sepertiku sangat rentan jadi bahan ejekan. Apalagi orang-orang mengganggap kalau kita gak bisa apa-apa. Jadi mereka bisa melakukan apa aja kepada kita.
Waktu kecil dulu, mungkin mereka yang bisa bicara hebat lebih terpandang dibanding kita yang cuma ngomong seperlunya aja. Mereka yang membentuk geng berkoar seenaknya tentang perempuan di sudut sana yang lebih senang menyendiri. Memangnya berkoar apa sih? Ucapan mereka, benar-benar jahat dan bahkan sangat tidak layak dikeluarkan dari mulut seorang perempuan dalam institusi pendidikan.
Terlepas dari kejadian itu,
Jadi kita-kita si pendiam ini harus gimana sih?
Ya gak harus gimana-gimana kok. Santai aja. Jangan baper.
Kalau kita baper dan menyerah, ya kita kalah.
Tau gak satu keistimewaan kamu itu apa?
Kesabaran.
Kamu hebat masih bisa sabar disaat kamu ditertawakan, dianggap lemah, dianggap gak bisa apa apa, yaa sampai yang paling parah keluarga kamu jadi ikut-ikutan dijadiin bahan candaan.
Tapi dengan rasa sabar, berarti kamu menang.
Jika ada yang berkata "Kesabaran saya sudah habis. Sabar itu ada batasnya", justru orang itu keliru. Karena sebenarnya sabar itu tidak pernah ada batasnya. Karena ujung kesabaran tidak akan ada hingga kita sendiri yang menciptakannya.
Selain sabar, kita bisa apa?
Wah sebenernya ada banyak banget nih hal-hal menyenangkan yang bisa kita lakuin. Dan yang terpenting, kita bisa tetap menjadi diri kita sendiri tanpa harus menjadi orang lain.
Kita lanjutin obrolan kita di lain waktu yaa,
Baarakallaah Fiikum, See Ya.

Komentar
Posting Komentar